Wajibkah Melaksanakan Hukum Waris Islam
Orang Islam wajib melaksanakan hukum waris Islam
Berikut ini argumen atau alasan atas jawaban tersebut.
Di dalam
kepustakaan hukum waris Islam, dikenal dengan sesuatu yang disebut dengan prinsip
ijbari, yaitu salah satu prinsip utama hukum waris Islam.
Sesuatu yang disebut dengan prinsip ijbari adalah
bahwa peralihan harta kekayaan seseorang yang telah meninggal dunia kepada
orang yang masih hidup berlaku dengan sendirinya.
Dalam hukum waris Islam prinsip ijbari berarti
bahwa peralihan harta kekayaan dari seseorang yang telah meninggal dunia kepada
ahli warisnya berlaku dengan sendirinya, sesuai kehendak Allah SWT, tanpa
tergantung kepada kehendak pewaris maupun ahli waris. (Amir Syarifuddin 1984,
hal 18)
Prinsip ijbari, merupakan salah satu
prinsip utama hukum waris Islam, yang menegaskan bahwa setiap orang Islam wajib
menjalankan hukum waris Islam, siapapun tidak bisa menyimpangkan.
Bahkan ketika seseorang masih hidup
tidak bisa semaunya mengalihkan harta kekayaannya, selain kepada ahli waris.
Kemauannya dibatasi oleh ketentuan-ketentuan yang telah ditegaskan oleh Allah
SWT.
Walaupun pewaris bebas berwasiat
terhadap harta kekayaanya, kebebasannya ini dibatasi oleh ketentuan Allah SWT,
yaitu seseorang hanya boleh mewasiatkan paling banyak sepertiga harta
kekayaanya.
Hal yang disebut terakhir jelas
menunjukkan pembatasan kebebasan seseorang terhadap harta
kekayaannya.
Di dalam
kepustakaan, hukum waris Islam bersifat imperatif atau dwingend recht. Oleh karena sifat hukum waris Islam
yang demikain itu, maka bagi setiap orang islam, hukumnya wajib melaksanakan
hukum waris Islam. Sementara itu hukum waris
menurut KUHPerdata bersifat fakultatif atau aanvullend recht.
-0-
.jpg)
Komentar