01 Februari 2026

Mengapa Hijab Penting Dalam Hukum Waris Islam?


Hijab dalam Hukum Waris Islam

Dalam peristiwa kewarisan menurut hukum waris Islam, kedudukan ahli waris akan menentukan dalam pembagian warisan.  

Apakah berhak menerima penuh atau sebagian, atau tidak menerima sama sekali.  Kedudukan ahli waris yang demikian ini karena ajaran atau doktrin Hijab.


Apa itu Hijab dan Mengapa Penting

Dari sisi istilah hijab berarti pembatasan atau larangan bagi ahli waris untuk menerima warisan karena ada ahli waris lain yang lebih berhak.  

Hijab memegang peranan penting dalam hukum waris Islam karena akan menentukan kedudukan ahli waris apakah mereka berhak menerima warisan atau sebaliknya. 

Seorang ahli waris tidak berhak menerima warisan sepenuhnya karena ada ahli waris lain yang mampu mengurangi bagiannya (hijab nuqsan). 

Ada kalanya juga ada ahli waris yang tidak berhak menerima warisan karena ada ahli waris lain yang mempunyai hubungan dekat dengan orang yang meninggal. Sehingga ahli waris ini sudah tidak mempunyai kedudukan sebagai ahli waris yang berhak menerima warisan (hijab hirman).

 Bentuk Hijab 

Hijab terdiri dari Hijab Nuqsan dan Hijab HirmanHijab nuqsan merupakan pembatasan yang dapat mengurangi bagian ahli waris sehingga tidak menerima sepenuhnya warisan, karena ada ahli waris lainnya. 

Sebagai contoh. Seorang suami dapat terhalangi oleh hijab nuqsan dari mendapatkan 1/2 bagian menjadi 1/4 bagian karena yang meninggal (istri) mempunyai anak baik laki-laki atau perempuan. 

Demikian juga seorang istri dapat terhalangi hijab nuqsan sehingga hanya mendapat 1/8 bagian, dari yang seharusnya menerima 1/4 bagian, karena yang meninggal (suami) mempunyai anak laki-laki atau perempuan. 

Seorang ibu apabila yang meninggal mempunyai anak baik perempuan atau laki-laki atau mempunyai dua saudara atau lebih, terlindungi hijab nuqsan, oleh karena itu hanya menerima 1/6 bagian dari yang seharusnya 1/3 bagian.

Hajb hirman merupakan larangan yang bersifat menghalangi ahli waris sehingga tidak berhak menerima warisan secara keseluruhan. 

Sebagai contoh. Seorang kakek terhalang menerima warisan jika yang meninggal (almarhum) masih mempunyai ayah, karena terlingkupi hijab hirman oleh ayah. 

Demikian juga seorang nenek terhalang menerima warisan karena terlingkupi hijab hirman  oleh ibu. Dan sebagainya.

-0-

Mangsibru
Kedoya, Desember 2025