Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Mengenal Sistem Masyarakat Arab Sebelum Islam Datang.

Gambar
Sebelum Islam Datang Masyarakat Arab Mempunyai Sistem Sendiri  Sistem itu antara lain kekerabatan atau kekeluargaan dan sistem hukum waris .  Sistem kekerabatan masyarakat Arab saat itu adalah patrilineal. Sistem yang mengedepankan keturunan dari garis kerabat laki-laki atau kerabat bapak. Karena sistem hukum waris umumnya mengikuti kekerabatan, maka sistem hukum waris masyarakat Arab juga patrilineal. Hal ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa perempuan bukan sebagai ahli waris. Setelah Islam datang dengan hukum warisnya, seorang perempuan dapat mewaris sama haknya dengan laki-laki. Bahkan Kedudukan perempuan sebagai janda sangat kuat, sebab sebagai golongan ahli waris dzul faraid kedudukannya hanya terhijab oleh anak, itupun hanya sebagian (hijab nuqhsan). Baca juga: Mengapa Hijab Penting Dalam Hukum Waris Islam Hukum waris Islam hadir dan berkembang mengikuti perkembangan hukum Islam. Kehadirannya untuk menggantikan sistem hukum waris yang sudah ada di masyarakat Arab saat ...

Wajibkah ahli waris membayar hutang pewaris, menurut hukum waris Islam?

Gambar
Menurut hukum waris Islam, ahli waris tidak wajib membayar hutang pewaris.    Berikut argumen atau alasan atas jawaban t ersebut. Untuk mengetahui lebih dalam, betapa indahnya hukum waris Islam, perlu memahami  prinsip-prinsip atau asas-asas hukum waris Islam. Dalam kepustakaan hukum waris Islam, dan pendapat para fukaha atau cendekiawan hukum Islam, peralihan harta kekayaan orang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup, berlaku dengan sendirinya.      Baca juga :    wajibkah Melaksanakan Hukum Waris Islam Beralihnya harta kekayaan pewaris berlaku dengan sendirinya sesuai kehendak Allah SWT, tanpa tergantung kepada kehendak pewaris maupun ahli waris .  Peristiwa sebagaimana yang disebut sebelum alinea ini, merupakan prinsip  ijbari, salah satu prinsip utama hukum waris Islam, yang tegas, siapapun tidak bisa menyimpangkan atau menawar.    Penegasan prinsip ijbari dalam hukum...

Bagian Ahli Waris Dzul Faraid, Asabah, Dzul Arham

Gambar
A.  Ahli Waris  Dzul Faraid    Ahli waris  dzul faraid  adalah ahli waris yang bagian warisannya telah ditentukan oleh Alquran, Assunnah, maupun Ijtihad.   Adapun perkataan  “ditentukan” untuk menunjukkan pecahan duapertiga, seperdua, seperempat, sepertiga, seperenam  dan seperdelapan, bukan angka hasil pembagian atau pengurangan,  namun angka-angka pecahan sebagai ketentuan-ketentuan  yang disebut di dalam Alquran. Mereka yang termasuk ahli waris dzul faraid adalah  ibu, bapak, duda, janda, saudara laki-laki seibu saudara perempuan seibu, cucu perempuan dari anak laki-laki, saudara perempua kandung, saudara peempuan sebapak, kakek (datuk) dan nenek. 1.  Bagian Warisan Duda Duda  adalah suami yang saat istrinya meninggal dunia, perkawinan masih berlangsung.  Apabila perkawinan putus, maka tidak terjadi peristiwa pewarisan di antara mereka. Bagian duda diatur dalam Alquran surat An-Ni...