Golongan Ahli Waris Dzul Faraid dan Bagiannya
Ahli waris dzul faraid adalah golongan ahli waris yang menerima bagian warisan tertentu yang telah diterangkan dalam Alquran dan hadits.
Ahli waris dzul faraid menempati urutan pertama dalam pembagian dan penerimaan warisan, dibandingkan dengan asabah dan dzawil arham, yaitu: 2/3, 1/2, 1/3 , 1/6 , 1/4, dan 1/8.
Dua belas ahli waris dzul faraid tersebut antaranya karena hubungan perkawinan dan karena keturunan.
Karena hubungan perkawinan yaitu, suami dan istri. Karena keturunan yaitu, bapak, ibu, anak perempuan sekandung, cucu perempuan, saudara perempuan sekandung, saudara perempuan sebapak, saudara laki-laki seibu, saudara perempuan seibu, kakek dan nenek.
1/2 terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki, yaitu:
- seorang anak perempuan kandung
- cucu perempuan kandung dari anak laki-laki, seorang saudara perempuan kandung.
- seorang saudara perempuan sebapak, dan
- duda jika pewaris (istri) tidak mempunyai anak.
- ibu, adalah ibu kandungnya pewaris, jika pewaris tidak mempunyai anak dan/atau tidak meninggalkan dua atau lebih saudara.
- dua atau lebih saudara seibu, baik laki-laki semua, perempuan semua atau laki-laki dan perempuan.
- dua atau lebih anak perempuan. Anak perempuan adalah anak perempuan kandung pewaris. Di dalam hukum waris Islam, anak angkat tidak dapat mewaris dari orang tua angkatnya. Di samping mewaris sebagai dzul faraid anak perempuan juga dapat mewaris sebagai asabah.
- dua atau lebih cucu perempuan dari anak laki-laki
- dua atau lebih saudara perempuan sekandung, keduanya saudara kandung atau saudara kandung dan saudara sebapak
- dua atau lebih saudara perempuan sebapak.
1. bapak adalah bapak pewaris, jika yang meninggal mempunyai
anak atau
cucu.
2. ibu, jika yang meninggal mempunyai anak atau cucu dari
anak laki-laki atau
dua orang saudara
3. kakek,
jika yang meninggal mempunyai anak, atau cucu dan tidak ada
bapak;
4. nenek, jika yang meninggal tidak ada ibu;
5. cucu perempuan dari anak laki-laki jika mewaris bersama seorang anak
perempuan;
6. saudara perempuan sebapak atau lebih jika mewaris bersama seorang
saudara perempuan
kandung;
7. saudara
seibu baik laki-laki maupun perempuan, jika yang meninggal tidak
mempunyai
anak, tidak ada bapak atau bapak dari bapak (kakek).
- duda, jika pewaris (istri) mempunyai anak
- janda, jika pewaris (suami) tidak mempunyai anak.
Sama dengan kedudukan duda sebagai ahli waris. Kedudukan janda sebagai ahli waris dipengaruhi oleh ada atau tidak ada anak pewaris.
-0-
.png)
Komentar