Hakim adalah Peneliti
Dari Sudut Pandang
Penelitian Hukum Hakim adalah Peneliti
Sudut pandang ini
berkaitan dengan perkataan Michael D Murray dan Christy H De Sanctics, dalam
bukunya berjudul “Legal Research Methods”,2006, yang mengatakan “every
legal research starts with problem, and the problem come from a set of
facts that the describe a certain situation".
Perkataan Michael D
Murray dan Christy H. De Sanctics, mengandung arti bahwa setiap penelitian
hukum berawal dari perkara atau masalah. Perkara
atau masalah timbul dari sekumpulan fakta yang menggambarkan situasi tertentu.
Penelitian hukum bertujuan untuk menemukan masalah dan mencari penyelesaian atau pemecahan masalah dengan argumentasi hukum.
Hakim Melakukan Penelitian dalam Memeriksa
Perkara.
Hakim Meneliti hubungan hukum antara fakta-fakta yang terungkap dalam
persidangan dengan ketentuan hukum. Dan menemukan argumentasi atau teori
hukum yang tepat, sebagai dasar pertimbangan hukum dalam menjatuhkan
putusannya.
Oleh karena itu apabila hakim dalam setiap menyidangkan perkara, berawal dari a set of facts that the describe a certain situation, maka putusannya akan mempunyai nilai keadilan dan semua pihak yang berperkara akan menerima putusan hakim itu.
Putusan yang demikian ini, antara lain adalah Putusan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 798/Pid. B/2022/PN Jkt Sel, dalam perkara pembunuhan Brigadir J. dengan terdakwa Barada RE. Hakim memutus dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.
Walau jauh dari tuntutan Penuntut Umum Kejaksaan Agung yang menuntut hukuman pidana penjara selama 12 tahun, Penuntut Umum menerima hasil putusan dengan tidak mengajukan upaya hukum banding.
Alasan Kejaksaan Agung menerima
putusan ini karena sebagai pihak yang mewakili negara dan korban, menilai
keluarga korban telah menerima putusan tersebut.
-0-
Januari 2024
.png)